MySpace

Daisypath
AZUMAKAZUMA

hafizan Ma'arof


Last Updated: 12/7/2009

Send Message
Instant Message
Email to a Friend
Subscribe

Gender: Male
Status: In a Relationship
Age: 23
Sign: Aries

City: jb
State: muslim
Country: MY
Signup Date: 4/27/2007

Blog Archive
[Older      Newer]
 /  / 
February 2, 2009 - Monday 

Current mood:peringatan
Hidup Hanya Sementara,

Mungkinkah kita hidup untuk selamanya, Mungkinkah kita mati membawa harta, Mungkinkah kita 'kan jadi penghuni surga, Ataukah kita kekal didalam neraka.

Hidup kita bukanlah akhir dari semua, Hidup kita bukanlah segalanya, Siapkah kita saat ajal menjemput kita, Siapkah kita menghadap kepada-Nya.

Bergegaslah siapkanlah semua, Waktu kita tinggal sebentar saja, Bergegaslah perbanyak amal ibadah, Hidup di dunia hanyalah sementara.

Ketahuilah selama kita hidup didunia, Kerjakanlah segala perintahnya jauhilah larangannya.

Mengertilah malaikat tlah datang menjemput kita, Takkan ada lagi kesempatan 'tuk mengucap kata taubat.

Bergegaslah, Bertaubatlah, Bergegaslah
Bertaubatlah.. wahai manusia
January 22, 2009 - Thursday 

Current mood:  lonely
TELAH LAMA KAU PERGI DARIKU, TELAH LAMA KAU TINGGALKAN AKU, DAN AKU PUN MASIH MENUNGGU. DAN AKU PUN TETAP MENUNGGU. KAU KEMBALI TAPI BUKAN UNTUKKU, RASA HATI MASIH TETAP UNTUKMU, SALAHKAH AKU MASIH BEHARAP, DAN AKU PUN MASIH BERHARAP. KAU YANG TERINDAH UNTUKKU. KAU YANG TERINDAH UNTUNKU. DAN MASIH TETAP UNTUKKU, AKU MASIH DISINI UNTUKMU, RASA HATI MASIH UNTUK YANG TERINDAH. KAU YANG TERIINDAH, "NORATIKA" . I LOVE U SO MUCH, YOU COMPLETE ME.
January 21, 2009 - Wednesday 
Dahulu terasa indah, Tak ingin lupakan. Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis Tiada yang salah, Hanya aku manusia bodoh. Yang biarkan semua, ini permainkanku Berulang ulang kali. Mencoba bertahan sekuat hati, Layaknya karang yang dihempas sang ombak. Jalani hidup dalam buai belaka, Serahkan cinta tulus di dalam takdir. Tak ayal tingkah lakumu, Buatku putus asa. Kadang akal sehat ini Tak cukup membendungnya. Hanya kepedihan Yang selalu datang menertawakanku. Engkau belahan jiwa Tega menari indah di atas tangisanku. Semua kisah pasti ada akhir, Yang harus dilalui. Begitu juga akhir kisah ini. Yakinku indah, Tapi sampai kapankah kuharus Menanggungnya kutukan cinta ini, Bersemayam dalam kalbu.
January 21, 2009 - Wednesday 
A man says that he is lying. Is what he says true or false? --"Eubulides, 4th century BC" Abis baca judul diatas, kamu-kamu yang perempuan pasti dengan semangat berkata "iya tuh!", sedang kamu-kamu yang lelaki paling tersenyum simpul dengan muka bersalah sambil bersiul-siul "duu duuu duuu duuu" :p Hehe, tapi sebelum kamu semangat bagi komen setuju atau ga setuju, cuba kita bogkar lagi pernyataan diatas. Ketika saya menulis: "Semua lelaki pembohong!" maka ada sesuatu yang aneh disitu, kerana: 1. Saya seorang lelaki 2. Saya berkata semua llelaki pembohong Maka dari dua elemen diatas terlihat kalimat "semua lelaki pembohong" pun adalah sebuah kebohongan kerana yang mengucapkannya adalah seorang lelaki. Artinya, semua lelaki pembohong itu adalah bohong = semua lelaki bukan pembohong? kata-kata diatas diungkap oleh seorang filsuf dan penyair Yunani bernama Epimenides yang hidup diabad 6 sebelum masehi. Epimenides, seorang lelaki, dilaporkan berkata: The Mans are always liars. Kerana dia sendiri seorang lelaki, dan semua orang lelaki menurut dia adalah seorang pembohong, maka pernyataan Orang lelaki selalu berbohong adalah juga tidak benar. Contoh paling sederhana lain dari kata2 yang sama adalah kalimat: Pernyataan ini salah Kalau pernyatan diatas benar, maka seharusnya kalimat diatas mengandung kebenaran, tetapi kalimatnya sendiri sudah berkata bahwa kalimat tersebut salah. Maka pernyataannya jadi benar atau salah? Kalau saya berkata "Saya berbohong", maka apakah saya sedang berbohong bahwa saya bohong? Kalo saya berkata "Jangan pedulikan kalimat ini", maka apakah saya harus peduli pada peringatan jangan pedulikan kalimat tersebut? Kita tidak boleh 100% berkata bahwa kalimat diatas salah atau benar. Yang terjadi adalah berlawanan, karena sebuah kalimat boleh benar sekaligus salah dan boleh salah sekaligus benar. Kalau begitu mana yang benar? Dan mana yang salah? Hal yang paling mengganggu dari kata2 yang dikenal dengan nama Epimenides Paradox atau Liar Paradox ini adalah karena ia menunjukkan bahwa kepercayaan yang kita pegang erat tentang mana yang benar dan mana yang salah ternyata membawa kita pada sebuah berlawanan. Tulisan This is Not the Title of This Essay mencuba menjawab bahwa masalah dari Liar Paradox adalah self-reference. kata2 terjadi karena kita mengambil referensi dari diri kita sendiri. Apa yang saya katakan salah, maka pertanyaan salah ini mengambil referensi dari kalimat itu lagi. kata2 diatas jadi masalah besar, terutama buat para matematikawan, dimana dunia adalah 0 dan 1 dan, sebuah pernyatan harus punya nilai jelas antara True (T) atau False (F). Lalu buat kita yang bukan matematikawan dan bukan G�del apa artinya Liar Paradox ini? Ada dua artinya. Pertama, bahwa permasalahan ini adalah masalah khas manusia karena cuma manusia yg punya consciousness, dan cuma mahluk ber-consciousness yang boleh berbohong. Kedua, berhati-hatilah ketika ada orang atau pihak yang meng-claim memiliki kebenaran dan benar 100% sehingga semua yang lain salah. Karena sudah kita sama-sama tahu bahwa benar dan salah adalah sebuah berlawanan Yang penting bukan benar atau salah kerananya, yang penting adalah percaya. Tidak penting apakah kita benar dan dia salah, yang penting adalah ketika kita percaya kita benar (percaya? hehe). Makanya, ketika kita berhadapan dengan sesuatu cuma ada dua hal yang boleh kamu lakukan. Percaya itu benar. Atau percaya itu salah. Atau. Kamu boleh lakukan apa yang saya lakukan, tersenyum simpul dengan muka yang bersalah sambil bersiul-siul "duu duuu duuu duuu" :p