MySpace
myspace music


elemental gaze ( Album Release Soon!!! )



Last Updated: 12/15/2009

Send Message
Instant Message
Email to a Friend
Subscribe

Status: Single
City: Bandung
State: West Java
Country: ID
Signup Date: 11/21/2006

Who Gives Kudos:


Thursday, December 11, 2008 
„The end of something is the beginning of a new“

Tempat itu adalah pulau kecil di bagian barat perairan Nusantara. Hanya pulau kecil yang dulu menjadi tempat bagi nelayan dan bahkan perompak. Memang daerah itu berada di jalur perdagangan yang sempat dikuasai kerajaan Aceh dan juga Malaka, meski bukan meeting point utama di era keemasan perdagangan Asia Tenggara. Kini, tempat itu menjadi negeri kecil yang maju di kawasan Asia Tenggara. Tempat itu telah menjadi tanah bagi banyak gedung-gedung bertingkat dan tujuan wisata belanja. Seminggu kemarin, tempat itu telah memberikan pengalaman yang berharga bagiku, seolah menjadi closing part yang happy ending.

***

Awal 2005, aku memulai aktivitas bermusik. Mulai membuat lagu dan mengedarkannya sendiri. Beberapa tahun sebelumnya, aku sangat tertarik dengan—ya, katakanlah—scene musik independent di kotaku. Aku mulai membaca majalah-majalah lokal, memerhatikan band-band yang bermunculan, mengolah ketertarikan terhadap musik-musik mereka dan kemudian menyukainya. Saat itu aku berpikir, ya tepat, aku menemukan hal yang aku sukai.

Elemental Gaze. Aku memberikan nama itu kepada band yang telah kubentuk setelah mendengarkan lagu Robin Guthrie. Berdua bersama teman sebangku dan sekelasku, aku mulai menata hal-hal kecil untuk band ini. Akhirnya, untuk pertama kali aku manggung dengan band ini. Kala itu, rasanya sangat menakjubkan bisa manggung disana, bahkan bertemu dengan band-band lokal yang aku sukai. Dan hal yang paling menyenangkan adalah bertemu dengan teman-teman baru, dengan kesukaan yang sama pula. Saat itu, tak ada alasan untuk berhenti dari aktivitas ini. Aku menyukainya.

Rasa jenuh sempat singgah hingga akhirnya aku bertemu teman-teman baru yang membantuku untuk memulai kembali aktivitas band ini. Hingga saat ini. Kemudian banyak kejutan, kekesalan, kesenangan, dan pelajaran yang datang selama 2 tahun bersama mereka, bersama orang-orang yang kemudian masuk ke dalam lingkaran hidupku.

Tepat satu tahun kemarin, di bulan Ramadhan, untuk pertama kalinya band ini masuk studio recording. Saat itu pertama kalinya juga aku melakukan take vocal, yang ternyata sangat sulit. Pulang dari studio itu aku merasa sangat lega karena akhirnya recording yang sudah lama direncanakan terjadi juga. Minggu berikutnya, band ini menjalani proses mixing yang cukup lama. Aku harus mencuri waktu di malam hari untuk mengerjakan semua materi lagu. Jadwal kuliah padat disertai kegiatan lain di kampus membuatku harus memotong waktu tidur untuk mengerjakan materi lagu. Sering aku merasa kesal karena teman di band ini jarang menemani proses pengerjaan. Dan jika mereka datang, aku selalu memesan bir dingin sebagai bagian dari pelampiasanku pada mereka. Tepat 5 hari kemarin, rilisan band ini akhirnya keluar. Aku merasa segala sesuatunya berbuah dan terbayar. Ketika aku mengetahui kabar rilisan ini, aku teringat percakapan dengan Akbar, dan aku benar-benar merasakan ucapannya.

Dua bulan sebelumnya, aku merasakan kejutan besar bagi band ini. Kami pergi ke Malaysia dan manggung bersama Mono. Hal yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Saat itu aku benar-benar merasakan ucapan everything is possible. Aku sempat berkata pada Taka, salah satu personil Mono, bahwa aku tak pernah menyangka akan bertemu mereka, sungguh tidak akan menyangka. Kemudian dia berkata, sekali lagi, bahwa segala sesuatu di dunia ini bisa terjadi dan kau telah mengalaminya. Aku hanya diam dan tersenyum.

Akhir bulan kemarin, kejutan besar kedua hadir. Kami turun dari ferri yang membawa kami ke Singapura. Ah, akhirnya aku sampai juga di tempat ini. Hari-hari menjelang keberangkatan tidak kami persiapkan dengan waktu yang lama. Untuk persiapan manggung pun aku dan Bilan hanya latihan selama 2 hari. Hari-hari sebelumnya aku sempat ragu dan tidak yakin perjalanan ke Singapura akan berjalan mulus. Pikiranku dipenuhi dengan spekulasi. Tapi, di hari sebelum berangkat, kejutan besar datang lagi ke band ini dan akhirnya kami pergi dengan tenang.

Perasaanku masih diliputi rasa enggan yang bercampur dengan keinginan untuk memberikan kemampuan semaksimal mungkin untuk manggung di Singapura ini. Aku meyakinkan diriku bahwa ini adalah manggung terakhirku dan segala sesuatunya harus berjalan lancar. Namun, tetap saja perasaan gamang mengikutiku. Hal itu kuobati dengan melihat Bilan yang tampak sangat semangat di perjalanan ini. Aku berpikir, mungkin dia pun tahu bahwa ini akan menjadi manggung terakhir bersamaku. Sedikit demi sedikit rasa gamang itu mulai mereda.

Minggu malam jam setengah 9, kami naik ke panggung. Aku melihat kerumunan orang di depanku, banyak sekali orang yang datang. Aku yakin kali ini akan berbeda dari manggung di Malaysia, yang saat itu dipenuhi rasa tegang. Kami bermain lepas, seolah tidak ada beban. Sound monitor yang jernih dan kencang membuat kami lupa diri. Aku sampai lupa untuk mengucapkan list thanks to. Setiap memainkan lagu membuatku ingin tersenyum dan bicara pada Bilan, „anjirr bil, poll pisan soundna, urang kangeunahan kieu“. Itu adalah manggung tersingkat yang pernah kualami. Setengah jam yang terasa seperti 5 menit. Kami turun dari panggung, saling tersenyum dan dilanjutkan tawa. Itu adalah manggung terbaik kami.

Dua hari kemarin, saat sedang ngobrol via YM aku dikabari Fitrah bahwa album pertama sudah dirilis di Jepang. Kemudian dia mengirimkan sebuah link website. Aku mulai mengunduh datanya satu per satu. Ketika kubuka aku kaget dan tertawa girang. Aku mengirimkan link itu pada Riri yang saat itu sedang ngobrol denganku. Setelah beberapa menit, dia membalas, „Fu, anjirrr poll“. Dan saat itu aku merasa bahwa ini adalah pencapaian tertinggi hidupku saat ini.

***

Aku sering berpikir bahwa banyak hal muram yang datang padaku, yang kualami. Namun, aku juga melihat betapa banyak hal-hal baik datang. Keduanya adalah satu paket dalam hidup ini. Namun saat mengalami salah satu darinya, seringkali aku merasa bahwa hanya hal itu saja yang ada pada hidupku. Ah, kadang aku lupa.

Aku pernah bercerita tentang keburukan hidup pada teman baikku. Tentang pengalaman melihat hal-hal yang tak kuinginkan untuk kulihat. Kemudian dia berkata, „tapi maneh kudu bersukur ad“. Untuk membalas sms itu, aku berpikir cukup lama. Aku merasa tidak tahu caranya bersukur, semenjak aku menyadari bahwa ucapan thanks God bukanlah cara untuk bersukur bagiku. Aku ingin berkata, „tapi aku tidak tahu caranya bersukur, apakah sekedar alhamdulillah itu disebut bersukur?“. Aku hanya yakin bersukur itu dengan melakukan sesuatu hal yang baik bagi diriku dan orang lain. Namun, aku sering merasa belum melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain. Aku selalu merasa kurang dalam melakukan sesuatu. Aku merasa ini seperti proses belajar, yang ketika kau banyak membaca malah menjadikan kau semakin tidak tahu apa-apa. Kupikir bersukur bukanlah hal yang definitif. Sampai saat ini aku tidak tahu cara bersukur. Aku hanya yakin berbuat baik untuk adalah cara bersukur yang paling baik.

Tiga tahun lebih aku menjalani banyak hal bersama band ini, bersama orang-orang yang telah menghilang dan yang datang, bersama teman-teman baik yang berada dalam hidupku. Mungkin setengah dari kebahagianku datang dari hal ini. Beberapa orang kadang menganggapku serius dalam aktivitas musik, dengan segala hal yang kuperoleh darinya. Tapi aku menyangkal bahwa aku serius. Tidak, aku hanya bermain-main dengan aktivitas ini. Aku tidak memprioritaskan hal ini meski sepertinya aku lupa bahwa dalam penyangkalanku aku banyak menghabiskan waktu untuk bergelut dengan aktiviitas ini, membuat lagu dsb. Aku hanya menyenanginya tanpa menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. Aku menyenangi membuat lagu, membaginya dengan orang lain, lalu ngobrol panjang dan berteman karenanya. Ngobrol karena sesuatu yang telah kau ciptakan adalah kebahagiaan yang terbesar. Membuat orang-orang yang mulanya tidak saling mengenal kemudian terhubung dan saling berbagi karena karya yang kita buat adalah sesuatu yang ajaib. Hal itu sendiri telah memperlihatkan bahwa segalanya mungkin di dunia ini.

***

Akhirnya, aku menepati janji yang aku buat dari tahun kemarin. Aku berhenti dan keluar dari kelompok kecil yang memberiku banyak hal, band bernama elemental gaze. Aku tidak pernah mengira bahwa akan banyak hal—yang lebih sering kusebut reward—untuk band ini. Dari pertemanan yang terhubung hingga pengalaman manggung dan rilis album. Aku yakin banyak orang yang mengalami hal ini, bahkan yang mengalami pengalaman yang lebih edan. Aku sendiri yakin, bukan dari rewards, penghargaan, bayaran mahal, fasilitas nyaman, atau label musisi yang menjadikan hal ini bernilai, tapi dari pelajaran dan pemberian nilai hidup yang didapat darinya. Dari terhubungnya orang-orang yang tak saling mengenal hingga bisa tertawa karena ada sesuatu yang yang mereka sukai. Aku jadi berpikir, musik adalah salah satu jalan bagi terciptanya interaksi antarmanusia. Dan, bukankah dari hal itu hadir sesuatu yang mengisi hidup manusia?

-Fuad Abdulgani / Former Elemental Gaze-
taken from his journal
zulfadlisupian
Zulfadli Supian

 
hingga berjumpa lagi...moga sukses aja semuanya ya.

 
Posted by zulfadlisupian on Wednesday, January 21, 2009 - 10:49 AM
[Reply to this
Mataharibisu

 
amazing, biarpun saya tidak mengenal anda..catatan ini membuat saya merinding, dan apa yang anda rasakan sejujurnya sering saya rasakan juga..top notch! maju terus Fuad, we won't erase you .
hehe
 
Posted by Mataharibisu on Wednesday, January 21, 2009 - 10:49 AM
[Reply to this
G I N

 
goodbye fuad.
thx a lott for everything :)

 
Posted by G I N on Saturday, February 07, 2009 - 6:18 AM
[Reply to this
.RADITYATAMA*
J. RAdItyatama

 
edan.

 
Posted by .RADITYATAMA* on Tuesday, February 17, 2009 - 7:47 AM
[Reply to this
auf
mas auf

 
Terima kasih ya Fuad, kamu sudah menginflunce banyak orang=)
 
Posted by auf on Thursday, February 19, 2009 - 2:38 AM
[Reply to this
shukor mola
shukor mola

 
Fuad... pertemuan di kl satu permulaan... keep in touch
 
Posted by shukor mola on Thursday, February 26, 2009 - 3:18 AM
[Reply to this
shukor mola
shukor mola

 
fuad...pertemuan di kl satu permulaan... keep in touch
 
Posted by shukor mola on Thursday, February 26, 2009 - 3:19 AM
[Reply to this