MySpace
myspace music


Sajama Cut



Last Updated: 12/22/2009

Send Message
Instant Message
Email to a Friend
Subscribe

Status: Single
City: Jakarta
Country: ID
Signup Date: 12/9/2004

My Subscriptions
Wednesday, January 21, 2009 

Current mood:  adored
Category: Music
 
Indopendent


Keep It Simple Stupid #26 : Sajama Cut


SAJAMA CUT

“kayaknya enak aja punya nama yang orang gak ngerti artinya,

yang gak akan mengkotakkan kita ke sebuah genre aja…”

 

Menembuskemacetan Jakarta yang panas, kami berusaha untuk menuju salah satukampus ternama di Jakarta Raya. Setelah celingak-celinguk dantelpon-telponan, akhirnya kami berhasil menemukan keberadaan grup bandkandang sendiri yang penuh prestasi, Sajama Cut.Here they are, Marcell yang tukang cuap-cuap di depan mic sambilmencabik gitar, Dion dengan petikan gitarnya yang menghanyutkan, Andredengan pijatan-pijatan syahdunya pada tuts papan kunci, Banu sangtukang gebuk drum, serta Randy yang suka betotin senar bass. Limasekawan ini menghasilkan nada harmonis nan melodius dalam balutan indierock yang menghanyutkan.

 

Terlahir sejak 2001, rockerkomoditi lokal ini terhitung sering gonta-ganti personil. Marcell Theeselaku punggawa utama sekaligus pendiri band asal Jakarta ini punyapendapat tentang tersebut, “Bisa dibilang anggota tetap Sajama Cutadalah musiknya. Jadi musik itu dibawa kemana dan diperluin kepribadianyang kayak gimana untuk memainkannya. Tapi gak ada unsur diktator yanggimana-gimana” tutur Marcell yang diiringi senyum manis Dion dan Andre.Hmm…ceritanya mengusung prinsip berubah-rubah tetapi tetap satu nihceritanya.

 

Nama,“Sajama Cut” sendiri punya arti yang cukup simple, “kayaknya enak ajapunya nama yang orang gak ngerti artinya, yang gak akan mengkotakkankita ke sebuah genre aja,” Marcell bertutur. Selidik punya selidik,nama Sajama itu sendiri ternyata adalah nama sebuah puncak tertinggi di. “Ada juga yang bilang kalo nama Sajama itu diambil dari nama Dewayang disembah di sana, jadi ibaratnya titisan Dewa lah!,” tambah Andre.

 

Album baru, setelahsukses dengan album keduanya, “The Osaka Journals” pada tahun 2005,Juni tahun ini mereka merilis album ketiga yang bertitel.“L’Internationale”. Well…sebenernya sih ini gak totally album merekasendiri. Seluruh materi yang ada di sini adalah remix dari album merekasebelumnya. Yang bikin keren, remix itu dibikin sama temen-temen musisimereka baik lokal maupun internasional. Mulai dari Jogja sampe ke .“Prosesnya sih gak susah, tapi emang makan waktu,” Marcell menjelaskan.Sebagai bocoran, Sajama Cut bakal ngeluarin album baru di awal tahun2009. “Materi-materinya baru banget, yang beda banget sama yangkemarin,” ujar Andre setengah berbisik. “Yup…bakal ada surprise dariSajama Cut,” sambung Dion.

 

Mau berbuat apa? sebagaiband indie, Sajama Cut punya mimpi bisa membuat orang bisa ngerasainapa yang mereka rasain waktu pertama kali denger band-band yangmenginfluence mereka. Marcell berkisah, “kalo gue pribadi yang waktupertama kali dengerin Nirvana. Bukan cuma ini musik bagus, bukan itu,tapi itu kayak cabang hidup gue. Ini udah ngubah hidup gue”.Well…semoga sukses mengubah hidup orang lain bung. Provoke! mendoakan..